27-28 Mei: Matahari Tepat di Atas
Ka'bah, Momen Tepat Koreksi Arah Kiblat
Profesor
Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),
Thomas Djamaluddin memberi tips bagaimana menentukan arah kiblat dengan benar.
Menentukan
arah kiblat yang benar dengan menggunakan benda tegak, misalnya kusen jendela.
Menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan. Beri tanda
arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah
yang telah ditentukan.
“Jangan ragu
menyempurnakan arah kiblat demi kebenaran,” ujarnya, Ahad (26/5). Ia
membenarkan pada setiap 26 Mei hingga 30 Mei adalah waktu yang tepat bagi umat
Islam di Indonesia Barat untuk mengoreksi arah kiblat secara mudah dan sederhana.
“Dengan
bayangan matahari pada saat-saat tertentu yang disebutkan di bawah ini, arah
kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan,” ujar Anggota Badan Hisab
Rukyat, Kemenag RI ini. Rentang waktu plus atau minus 5 menit masih cukup
akurat.
Arah kiblat
adalah dari ujung bayangan ke arah tongkat. Selain itu, tanggal 14 hingga 18
Juli pada pukul 16:27 WIB bisa juga melihat arah bayangan.
Kementerian
Agama merilis pada tanggal 27 hingga 28 Mei 2013 merupakan momentum yang tepat
bagi umat Islam yang ingin mengoreksi arah kiblat masjid atau mushala di
Indonesia.
Pasalnya
pada kedua hari itu, tepat pukul 16.13 WIB sampai 16.23 WIB, matahari berada
pada titik kulminasi (matahari tepat di atas kepala) di atas kota Makkah.
(*/dakwatuna/fimadani)
Read more: http://www.atjehcyber.net/2013/05/27-28-mei-matahari-tepat-di-atas-kabah.html#ixzz2Ue4qK6J6

No comments:
Post a Comment