KUALA LUMPUR -
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengatakan, Pemerintahan
Malaysia yang dipimpin oleh Barisan Nasional (BN) sebagai payung bagi rakyat
Malaysia. Namun PM Razak sadar akan ancaman perpecahan yang menghantui.
PM Najib
mengklaim dirinya mengetahui ada beberapa warga Malaysia yang merasa
termarjinalisasikan. Tetapi dirinya menegaskan terus berkomitmen untuk
menghadapi masalah-masalah yang akan dihadapi oleh Negeri Jiran itu.
"Situasi
yang terjadi saat ini muncul disaat mencuatnya polemik nasional berdasarkan
kepercayaan, isu ras, ideologi politik dan masalah demografis warga perkotaan
serta warga di pinggiran," ujar PM Najib, seperti dikutipBernama, Minggu
(2/6/2013).
Najib
menambahkan, dirinya beserta politisi BN bersikeras untuk mengemban
tanggungjawab yang dikehendaki oleh rakyat Malaysia. Khususnya setelah Pemilu
Malaysia 2013 yang membawa BN kembali ke tampuk kekuasaan.
"Pemerintah
akan memformulasikan gagasan untuk memperkuat kesatuan nasional dan memperbaiki
kepercayaan nasional. Tetapi hal ini membutuhkan kerja sama dari semua
pihak," lanjutnya.
Tetapi Najib
sepertinya melupakan pihak oposisi yang menentang kekuasaan BN. Koalisi oposisi
Pakatan Rakyat (PR) yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim, hingga saat ini masih
belum menerima hasil pemilu yang berlangsung 5 Mei lalu. Bagi PR, pemilu
tersebut dipenuhi dengan kecurangan agar BN tetap memperpanjang kekuasannya di
Malaysia sejak 1957.
Isu rasisme
pun muncul dari pihak BN yang tidak bisa menerima keengganan etnis Tionghoa
Malaysia untuk bergabung dengan pemerintah. Praktis media-media milik penguasa
mencibir etnis Tionghoa yang lebih memilih merapatkan barisan dengan kelompok
oposisi Pakatan Rakyat.
Tentunya
bila BN ingin terus berusaha melanggengkan kekuasaannya, mereka harus mampu
merengkuh semua lapisan masyarakat dengan solid. Hingga saat ini, oposisi
Pakatan Rakyat masih kerap melakukan aksi demonstrasi yang berujung dengan
penangkapan tokoh politisi oposisi. Penangkapan ini bisa menjadi bumerang bagi
BN.
(faj)
SUMBER: www.okezone.com

No comments:
Post a Comment