DAMASKUS -
Kabar mengenai Suriah yang sudah menerima rudal S-300 milik Rusia, dibantah
oleh pihak Rusia. Menurut seorang pejabat Rusia, rudal tersebut baru bisa tiba
di Suriah sekira satu tahun dari sekarang.
"Berdasarkan
kontrak yang ditandatangani pada 2010, Rusia baru akan mengirim enam set rudal
S-300 pada pertengahan 2014," ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan
Rusia, seperti dikutip Kommersant,Sabtu (1/6/2013).
Sementara
pejabat Rusia lain menambahkan, walaupun rudal ini akan tiba pada 2014
mendatang, tetap saja militer Suriah membutuhkan waktu enam bulan untuk
menjalani pelatihan.
Suratkabar
Rusia Vedomosti melaporkan, Rusia akan mengirimkan empat sistem rudal S-300 ke
Suriah. Pengiriman rudal itu sesuai dengan kontrak yang diraih antara Rusia
dengan Suriah. Kontrak itu ternyata sudah disepakati sebelum pecah perang
saudara di Suriah Maret 2011 lalu.
Pengiriman
rudal oleh Rusia ke Suriah ini mengundang penolakan dari berbagai pihak, yang
mengkhawatirkan rudal itu bisa jadi ke tangan yang salah.
Israel, menjadi pihak yang dilanda kepanikan dengan rencana pengiriman rudal
tersebut.
Kementerian
Luar Negeri Rusia hingga kini enggan menjelaskan waktu dari pengiriman rudal
tersebut. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengakui dirinya tidak
bisa mengonfirmasi kedatangan S-300 ke Suriah. (faj)
sumber: www.okezone.com

No comments:
Post a Comment