KABUL -
Kelompok militan Taliban dituduh melakukan serangan bom bunuh diri ke markas
Palang Merah Internasional (ICRC) di Kabul, Afghanistan. Namun Taliban menepis
serangan tersebut.
ICRC
menyatakan, serangan bom itu merupakan yang pertama kalinya dialami pihaknya
selama 26 tahun beroperasi di Afghanistan. Pengeboman terjadi setelah sepekan
sebelumnya kompleks kantor International Organization for Migration (IOM) turut
menderita serangan.
Kedua
insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Afghanistan mulai memasuki babak
baru dari tindakan kekerasan, di mana lembaga kemanusiaan tidak lagi dianggap
tidak tersentuh aksi teror. Namun Taliban membantah serangan itu adalah ulah
mereka.
"Kami
membantah bahwa terlibat serangan yang terjadi di kantor ICRC di Jalalabad atau
pun mendukung serangan tersebut," keterangan pihak Taliban, seperti
dikutip AFP, Sabtu (1/6/2013).
ICRC yang
memiliki sekira 1.800 karyawan di seluruh dunia, menempatkan 36 stafnya di
Jalalabad. Enam di antara staf ICRC Jalalabad adalah warga asing.
Segera
setelah serangan ICRC membekukan sementara operasional mereka di seluruh
wilayah Afghanistan. Menurut Direktur ICRC Asia Pasifik Jacques De Maio
menjelaskan bahwa pihaknya sudah menarik seluruh stafnya dan tidak ada lagi
staf yang masih turun ke jalanan di Afghanistan.
(faj)
sumber: www.okezone.com

No comments:
Post a Comment